recent post

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Showing posts with label Sosial. Show all posts
Showing posts with label Sosial. Show all posts

Wednesday, May 16, 2012

"mau jadi apa kamu kelak dewasa nanti?"



"Klo dah besar nanti aku mau jd presiden" kata seorang anak Indonesia. Tetapi, di Jepang aku blm pernah dengar anak Jepang bilang, " aku mau jadi perdana menteri." Yang sering aku dengar anak Jepang ingin jadi supir bis, masinis, pembuat roti, tukang kayu, olahragawan....

Friday, September 24, 2010

Yang Lalu Biarlah Berlalu


Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.
Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dibuka kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ‘ruang’ penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam ‘penjara’ pengacuhan selamanya. Atau diletakkan dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian karena masa lalu telah habis berlalu. Kesedihan tak kan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak kan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tak kan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tak kan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memangsudah tiada.

Wednesday, September 22, 2010

74 Wasiat Pemuda

Segala puji bagi Allah yang berfirman:“Dan sungguh Kami telah memerintahkan orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah.” (An-Nisa’: 131)



Serta shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada hamba dan rasul-Nya Muhammad yang bersabda:
“Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah , serta agar kalian mendengar dan patuh.”
Dan takwa kepada Allah adalah mentaati-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Wa ba’du:

Berikut ini adalah wasiat islamik yang berharga dalam berbagai aspek seperti ibadah, muamalah, akhlaq, adab dan yang lainnya dari sendi-sendi kehidupan. Kami persembahkan wasiat ini sebagai peringatan kepada para pemuda muslim yang senantiasa bersemangat mencari apa yang bermanfaat baginya, dan sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Kami memohon kepada Allah agar menjadikan hal ini bermanfaat bagi orang yang membacanya ataupun mendengarkannya. Dan agar memberikan pahala yang besar bagi penyusunnya, penulisnya, yang menyebarkannya ataupun yang mengamalkannya. Cukuplah bagi kita Allah sebaik-baik tempat bergantung.

Berikut 74 Wasiat Untuk Kamu Pemuda :


1. Ikhlaskanlah niat kepada Allah dan hati-hatilah dari riya’ baik dalam perkataan ataupun perbuatan.
2. Ikutilah sunnah Nabi dalam semua perkataan, perbuatan, dan akhlaq.
3. Bertaqwalah kepada Allah dan ber’azamlah untuk melaksanakan semua perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.
4. Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nashuha dan perbanyaklah istighfar.
5. Ingatlah bahawa Allah senatiasa mengawasi gerak-gerikmu. Dan ketahuilah bahawa Allah melihatmu, mendengarmu dan mengetahui apa yang tersirat di hatimu.
6. Berimanlah kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir serta qadar yang baik ataupun yang buruk.
7. Janganlah engkau taqlid (mengikut) kepada orang lain dengan buta (tanpa memilih dan memilah mana yang baik dan yang buruk serta mana yang sesuai dengan sunnah/syari’at dan mana yang tidak). Dan janganlah engkau termasuk orang yang tidak punya pendirian.

Friday, September 17, 2010

Menghargai Waktu

Dimensi waktu terus berjalan, lurus kedepan tanpa pernah mau sekedar berhenti sejenak apalagi mundur kebelakang. Degup jantung dan detak jarum jam kita adalah gambaran nilai waktu yang terus-menerus berjalan, berlalu dan tanpa pernah kembali. Fakta hari ini adalah hasil dari apa yang kemarin kita rencanakan, dan fakta hari esok adalah dari apa yang kita rencanakan saat ini. Jika kita gagal merencanakan, dengan sendirinya kita telah merencanakan kegagalan itu sendiri. Karena itu perlu adanya perencanaan waktu dari setiap masa kehidupan ini. Sehingga tidak banyak kesempatan dan peluang kebaikan bagi kehidupan kita berlalu begitu saja. Akankah waktu kita hanya bernilai menit atau detik saja, tanpa adanya makna yang berarti.

Untuk mengetahui bagaimana posisi waktu dari setiap masa kehidupan kita, adakalanya kita perlu menanyakan seberapa pentingkah setiap nilai waktu bagi momentum kehidupan manusia.
· Jika anda ingin mengetahui berapa nilai waktu satu tahun, bertanyalah kepada seorang siswa yang tidak lulus dalam ujian akhir nasional…!
· Jika anda ingin mengetahui berapa nilai waktu satu bulan, bertanyalah kepada seorang ibu yang menantikan kelahiran anak pertamanya…!

Thursday, September 16, 2010

Cara mudah menghadapi kritikan pedas


Sang Pencipta dan Pemberi rezeki Yang Maha Mulia, acapkali mendapat cacian dan cercaan dari orang-orang pandir yang tak berakal. Maka apalagi saya, anda dan kita sebagai manusia yang selalu terpeleset dan salah. Dalam hidup ini, terutama jika anda seseorang yang selalu memberi, memperbaiki, mempengaruhi dan berusaha membangun, maka anda akan selalu menjumpai kritikan-kritikan yang pedas dan pahit. Mungkin pula sesekali anda akan mendapat cemoohan dan hinaan dari orang lain.
Dan mereka tidak akan pernah diam mengkritik anda sebelum anda masuk ke dalam liang bumi, menaiki tangga ke langit, dan berpisah dengan mereka. Adapun bila anda masih berada di tengah-tengah mereka, maka akan selalu ada perbuatan mereka yang membuat anda bersedih dan meneteskan air mata, atau membuat tempat tidur anda selalu terasa gerah.

Tuesday, September 14, 2010

Antara MEMAAFKAN dan MELUPAKAN

Dalam kehidupan tentunya kita pernah mengalami kejadian-kejadian yang membuat kita senang bahkan tidak tau lagi harus meluapkan rasa senang itu dengan cara apa. Namun, tidak sedikit pula peristiwa sehari-hari yang bahkan membuat kita brkecil hati dan menyakitkan hati hingga kita tak dapat melupakannya.
Kita ambil pemisalan masalah yang paling sederhana saja. Suatu ketika ada kejadian yang membuat saya kecewa dan sakit hati. Ada seseorang yang menghina dan merendahkan saya karena saya orang miskin. Tentunya saya sudah memaafkan orang tersebut, tetapi yang jadi masalah bagi saya, saya belum bisa melupakan kejadian tersebut. Jika teringat, malah terkadang saya enggan memaafkan orang tersebut.
Pertanyaannya adalah 'apakah hal seperti itu berarti saya belum bisa memaafkannya dengan tulus??' dan 'bagaimana saya bisa melupakan kejadian itu??'

Friday, September 10, 2010

Penyebab Hati Keras

Sebab-Sebab Kerasnya Hati

Di antara faktor kerasnya hati, yang penting untuk kita ketahui yakni:

1. Ketergantungan Hati kepada Dunia serta Melupakan Akhirat
Kalau hati sudah keterlaluan mencintai dunia melebihi akhirat, maka hati tergantung terhadapnya, sehingga lambat laun keimanan menjadi lemah dan akhirnya merasa berat untuk menjalankan ibadah. Kesenangannya hanya kepada urusan dunia belaka, akhirat terabaikan dan bahkan ter-lupakan. Hatinya lalai mengingat maut, maka jadilah dia orang yang panjang angan-angan.
Seorang salaf berkata, "Tidak ada seorang hamba, kecuali dia mempunyai dua mata di wajahnya untuk memandang seluruh urusan dunia, dan mempunyai dua mata di hati untuk melihat seluruh perkara akhirat. Jika Allah menghendaki kebaikan seorang hamba, maka Dia membuka kedua mata hatinya dan jika Dia menghendaki selain itu (keburukan), maka dia biarkan si hamba sedemikian rupa (tidak mampu melihat dengan mata hati), lalu dia membaca ayat, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci.” (Muhammad : 24)

2. Lalai
Lalai merupakan penyakit yang berbahaya apabila telah menjalar di dalam hati dan bersarang di dalam jiwa. Karena akan berakibat anggota badan saling mendukung untuk menutup pintu hidayah, sehingga hati akhirnya menjadi terkunci. Allah berfirman, “Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itu lah orang-orang yang lalai” (QS.16:108)
Allah Subhannahu wa Ta'ala memberitahukan, bahwa orang yang lalai adalah mereka yang memiliki hati keras membatu, tidak mau lembut dan lunak, tidak mempan dengan berbagai nasehat. Dia bagai batu atau bahkan lebih keras lagi, karena mereka punya mata, namun tak mampu melihat kebenaran dan hakikat setiap perkara. Tidak mampu membedakan antara yang bermanfaat dan membahayakan. Mereka juga memiliki telinga, namun hanya digunakan untuk mendengarkan berbagai bentuk kebatilan, kedustaan dan kesia-siaan. Tidak pernah digunakan untuk mendengarkan al-haq dari Kitabullah dan Sunnah Rasul Shalallaahu alaihi wasalam (Periksa QS. Al A'raf 179)

Wednesday, September 8, 2010

Jangan Latah!!!

Jangan mudah memakai dan meniru ciri kepribadian umat lain. Karena, itu akan menjadi petaka yang tak mudah reda bagimu. Orang-orang yang lupa pada dirinya sendiri, suaranya, gerakan tubuhnya, ucapannya, kemampuannya dan kondisinya sendiri, kebanyakan akan meniru budaya bangsa lain. Itulah yang disebut latah, mengada-ada, berpura-pura, dan membunuh paksa bentuk dan wujud dirinya sendiri.
Sejak zaman Nabi Adam hingga makhluk terakhir ciptaan Allah, tak pernah ada dua orang yang sama persis rupanya. Maka, mengapa masih ada orang-orang yang memaksa diri untuk menyamakan perilaku dan kepribadiannya dengan orang lain???
Anda merupakan sesuatu yang lain daripada yang lain. Tak ada seorang pun yang menyerupai anda dalam catatan sejarah kehidupan ini. Belum pernah ada seorang pun yang diciptakan sama dengan anda, dan tidak akan pernah ada orang yang serupa dengan anda di kemudian hari.

Tuesday, September 7, 2010

Kata bijak hari ini

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya. Karena seumur hidup manusia, teman sejati (sahabat) tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu, Ingat untuk berterima kasih padanya. Karena ialah yang membantu mengubah hidupmu.

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, Tersenyumlah dengan wajar. Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang cinta.

Monday, September 6, 2010

Biarkan Masa Depan Datang Sendiri


Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya.
(QS. An-Nahl: 1)

Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata atau dapat diraba, belum berwujud dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalmnya? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?
Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke buni. Maka, tidak sepantasnya kita menyebrangi sebuah jembatan sebelum sampai diatasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidakpada jembatan itu. Bisa jadi akan terhenti jalan kita sebelum kita sampai ke jembatan itu, atau mungkin jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai diatasnya. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan menyeberanginya.

Saturday, September 4, 2010

Masalah utama remaja muslim

SEBELUMNYA SAYA BERPESAN, SAYA DI SINI HANYA MENGINGATKAN SAJA, BUKAN UNTUK MELARANG!
NOTE INI BUKAN UNTUK MENYINGGUNG, TETAPI HANYA SEKEDAR UNTUK SALING MENGINGATKAN SESAMA MUSLIM SAJA...

Karena, jalan yang kita pilih itu BEBAS...
Islam tidak akan memaksa! Islam tidak akan memaksa! Islam tidak akan memaksa!
Harus saya ulangi, karena saya tidak ingin ada perdebatan, atau sesuatu yang menimbulkan permusuhan di sini... Saya mohon untuk memperhatikan kata-kata itu lagi....
Sebelumnya apabila ada salah kata, MOHON MAAF SEKALI
JIKA NOTE INI RASANYA PERLU UNTUK ANDA SAMPAIKAN KEPADA ORANG LAIN, SAMPAIKANLAH!

Pacaran dalam pandangan Islam

Sebuah fitnah besar menimpa pemuda pemudi pada zaman sekarang. Mereka terbiasa melakukan perbuatan yang dianggap wajar padahal termasuk maksiat di sisi Alloh subhanahu wa ta’ala. Perbuatan tersebut adalah “pacaran”, yaitu hubungan pranikah antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom.

Wednesday, August 25, 2010

Bagaimana cara membangkitkan semangat bersekolah???

Saat paling tidak menyenangkan bagi kaum muda seperti kita ini memang saat dimana kita memiliki keharusan untuk bersekolah. Namun tidak sedikit diantara kita yang kurang bersemangat untuk sekolah, bahkan sering membolos sekolah. Itu adalah masalah yang tidak asing lagi bagi kita. Namun bagaimana kita dapat mengatasinya? Bagaimana caranya agar kita dapat bersemangat untuk sekolah??
Ok, daripada berlama-lama, mendingan kita langsung masuk saja pada pembahasannya.
Kualitas hidup kita ditentukan oleh kemampuan untuk mengharuskan diri kita sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih kuat. Bila kita tidak menjadi ahli dalam mengharuskan diri sendiri orang lain akan menjadi ahli dalam mengharuskan diri kita, sebagai cara untuk meringankan keharusan- keharusan mereka.
Sebenarnya cara untuk membangkitkan semangat bersekolah itu tidaklah sulit. Kita hanya perlu menganggap sekolah itu bukanlah kewajiban, tapi sekolah adalah kebutuhan. Dengan begitu kita akan mengharuskan diri kita untuk melakukannya.

Thursday, August 19, 2010

Hari ini milik kita

Jika kita berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan kita jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari kita, dan siangnya menyapa kita inilah hari kita.
Umur kita, mungkin tinggal hari ini. Maka anggaplah masa hidup kita hanya hari ini, atau seakan-akan kita dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu hidup kita tak akan tercabik-cabik di antara gumpalan keresahan,kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan.
Pada hari ini pula, sebaiknya kita mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, kita harus bertekad mempersembahakan kualitas shalat yang paling khusyu', bacaan Al-Qur'an yang sarat tadabbur,dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan,